Selasa, 20 September 2011

Tips Memilih Lensa SLR

Salah satu alasan utama menggunakan SLR adalah penggunaan lensa sesuai dengan kebutuhan. Beberapa hal berikut ini dapat anda pertimbangkan sebelum membeli lensa :

1. KECEPATAN LENSA
Lensa yang cepat memiliki aperture (diafragma) maksimal yang lebar, seperti f/2.8, f/1.8, dan seterusnya. Diafragma yang lebar dapat memperbanyak cahaya yang masuk dan kecepatan rana (shutter speed) yang lebih cepat. Umumnya dan emang betul, lensa seperti ini biasanya lebih berat dan lebih mahal. Sedangkan lensa yang lebih lambat, biasanya lebih murah. Dampaknya anda perlu menaikkan ISO kamera jika ingin mempercepat rana sehingga dapat membekukan gerakan objek saat memotret dalam kondisi pencahayaan yang rendah.
Kecepatan lensa juga tergantung pada jarak fokus (focal length). Lensa 500mm f/4.5 relatif lebih cepat daripada lensa 100mm f/4.5

2. NYAMAN DIGUNAKAN
Jangan menganggap sepele tentang kenyamanan lensa saat digunakan.
- Apakah cincin ulir zoom dan fokus sesuai dengan jangkauan jari anda ?
- Dapatkan anda menggenggam lensa tersebut?
- Apakah lensa tersebut memiliki fitur image stabilization ?

3. KUALITAS OPTIK
Satu-satunya cara untuk mengetahui kualitas optik lensa adalah mencoba menggunakan lensa tersebut saat berada di toko atau membaca ulasan mengenai lensa tersebut. Ketajaman memang faktor penting, namun kemampuan lensa untuk mengatasi flare, vignetting dan optical aberrations sangat penting juga. Lensa yang bagus dilengkapi fitur-fitur tersebut, yang ditandai dengan huruf-huruf yang tertera setelah jarak fokus seperti APO, L, ED, dan ASP.

4. TIPE ZOOM
Ada 2 macam tipe zoom :
- Model tarik/dorong yang menyerupai trombon yang lebih mudah digunakan
- Model cincin yang lebih umum digunakan.

5. FOKUS MINIMAL
Seberapa dekat jarak yang dapat dijangkau sebelum lensa mencapai batas fokus terdekatnya? Ini harus dipertimbangkan ketika memilih lensa telefoto. Lensa yang menawarkan pembesaran yang sangat besar memang diperlukan, tapi jika tidak mampu menjangkau jarak cukup dekat, maka diperlukan tabung ekstensi.

6. APERTUR/DIAFRAGMA TETAP ATAU BERUBAH
Faktor lain yang mempengaruhi harga lensa zoom adalah kemampuan lensa menjaga apertur berada pada posisi yang tetap pada seluruh jangkauan zoom. Lensa dengan kemampuan seperti ini biasanya mahal. Jika apertur/diafragma mengecil saat melakukan zoom, maka harga lensa ini biasanya lebih murah. Kekurangan lensa dengan aperture yang berubah saat zooming ini (misalnya f/4.5~5.6)adalah kecepatan rana perlu diperlambat agar tetap mendapat eksposur yang sama. Akibatnya, kita harus menghindari guncangan kamera saat memotret.

7. CINCIN FILTER YANG BERPUTAR
Biasanya, lensa yang lebih murah memiliki elemen di bagian depan yang dapat berputar ketika lensa difokuskan. Ini bisa jadi merepotkan jika pada lensa terpasang filter, terutama polarizer atau filter bergradasi karena efek yang dihasilkan akan berubah jika diputar. Satu-satunya solusi adalah memfokuskan lensa terlebih dahulu sebelum melakukan pengaturan filter.

8. SKALA JARAK
Skala jarak diperlukan untuk mengukur ruang tajam (depth of field) untuk memaksimalkan ketajaman foto dari depan ke belakang. Selain itu, diperlukan juga untuk fotografi lansekap. Namun demikian, banyak lensa modern yang belum dilengkapi dengan fitur ini, seperti lensa 55-200mm.

9. LENS HOOD
Tak semua lensa dilengkapi dengan lens hood (tudung lensa). Alat ini sangat diperlukan, maka pertimbangkan biaya ekstra yang harus dikeluarkan jika lensa tidak dilengkapi lens hood. Sama halnya dengan collar tripod untuk lensa tele yang besar.

Info : Digital Camera


Tips Memilih Lensa SLR Rating: 4.5 Diposkan Oleh: dragon
Terima kasih sudah berkomentar